Kado Milad Terindah

Penulis : Eko Jun – Cilacap

Hari ini (20/4) PKS genap berusia 19 tahun. Gebyarnya memang sangat kurang bila dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya. Mengingat seluruh perhatian, sumber daya dan energi kader diarahkan untuk proses pemenangan Pilkada Jakarta sehari sebelumnya (19/4). Alhamdulillah, Allah ta’ala memberikan kemenangan dalam perhelatan tersebut. Jika ada anggapan bahwa hasil Pilkada Jakarta menjadi kado terindah milad PKS tahun 2017, hal itu bisa dipahami karena beberapa alasan berikut, yakni :
Pertama, Konsolidasi Umat

Sebagian kalangan masih sulit mendefinisikan siapa PKS. Didalamnya banyak kader, pengurus dan simpatisan dari beragam ormas islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis dll. Satu sisi, mungkin itu menjadi kelebihan karena menjadi melting pot dan miniatur umat islam di Indonesia. Namun sisi lain juga menjadi kelemahan, karena tidak jelas siapa “orang tuanya”. Misalnya sebagaimana PAN yang menyandang status sebagai “anaknya Muhammadiyah” atau PKB yang menjadi “anaknya NU”.
Untuk mendefinisikan diri sebagai “rumah besar umat islam” juga dirasa kurang pas, mengingat usianya yang relatif masih muda dan posisinya yang masih berada di partai papan tengah. Padahal PKS memiliki asa besar untuk bisa menyatukan potensi dan energi umat. Dalam proses panjang pilkada Jakarta, sedikit banyak PKS mampu bersinergi dengan banyak elemen umat islam. PKS cukup intens berinteraksi secara positif dan menjadi saluran aspirasi umat dalam ranah politik praktis.
Kedua, Perwujudan Modernitas

Saat kita berbicara tentang politik islam, umumnya para ahli erbelah menjadi dua golongan besar. Ada yang membicarakan dengan nada negatif, seperti halnya wacana : politisasi agama, anti kebhinekaan, tidak siap bertarung ide dan program, terjebak dalam utopia dan lain-lain. Sebagian lagi membicarakan dengan nada keras, seperti halnya wacana : dikotomi islam vs munafik, gerakan khilafah islamiyah, perang dalil agama dan lain-lain. Sulit sekali untuk melepaskan diri dari dua wacana tersebut.
Dalam konteks Pilkada Jakarta, paslon yang diusung benar – benar bermain dalam ranah politik modern. Mereka lebih banyak berbicara tentang data dan fakta dilapangan, ide dan program konkret serta mengedepankan isu yang humanis dan pluralis. Tidak pernah kita dengar mereka mengeksploitasi dalil agama sebagaimana kompetitornya mengeksploitasi isu sara untuk mendulang simpati. Dengan fakta ini, semoga bisa mengurangi phobia dan resistensi publik atas bangkitnya politik islam dan kiprah politisi muslim. Ini pelajaran mahal dan berharga, baik untuk pihak eksternal maupun internal PKS sendiri.
Ketiga, Partai Terbuka

Sejak awal proses politik di Jakarta, PKS berada dalam suasana gamang dan bimbang. Meski basis konstituen solid dan mesin politiknya kuat, namun tokoh PKS umumnya tidak laku untuk dijual ke pihak eksternal secara luas. Sebelumnya, PKS juga sudah gagal meski menurunkan tokoh pamungkasnya (HNW). Saat mengajukan tokoh internal (MAS) untuk mendampingi paslon (SSU), reaksi dinamis bermunculan baik dari internal kader maupun eksternal calon partai koalisi. Menimbang banyak situasi, akhirnya PKS mengambil peran dijajaran tim pemenangan (MAS sebagai ketuanya).
Hari rabu kemarin (19/4), perjuangan panjang dan melelahkan itu berbuah manis. Interaksi konstruktif dengan banyak pihak dan komunitas sungguh berharga, sebagai amunisi membawa PKS menuju partai papan atas. Pilkada Jakarta memperluas cakrawala berfikir dan memperbaiki ruang pandang PKS dalam menghadirkan kemenangan. Jika sumberdaya internal belum siap menghadirkan kemenangan, maka orang – orang terbaik layak diberi ruang dan kepercayaan oleh PKS. Buat kami, konteksnya serupa dengan kedudukan Maryam yang menjadi perantara strategis antara doa istrinya ‘Imran dengan kelahiran nabi Isa.
Khatimah

Pilkada Jakarta tahun 2017 berakhir dengan kisah happy ending. Sulit dipungkiri, hasil Pilkada Jakarta jelas akan berimbas secara nasional. Semoga hal ini bisa membangkitkan optimisme bagi kader PKS secara keseluruhan. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin, asalkan kita mau memaksimalkan doa dan ikhtiar. Pilkada Jakarta memberi sinyal positif bagi PKS untuk tumbuh menjadi partai papan atas, untuk bergerak menjadi partai islam terbesar di dunia dan mentahbiskan diri sebagai partai modern diranah demokrasi.


Selamat Ulang Tahun untuk PKS yang ke 19. Berkhidmat Untuk Indonesia. (pks-grobogan.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*